Minggu, 03 Mei 2020

Hai temen-temen perkenalkan nama saya melyana margaretha br manik saya merupakan mahasiswa Universitas Negeri Medan jurusan penmas (pendidikan masyarakat) stambuk 2019 saya disini ingin berbagi salah satu materi tentang pendidikan masyarakat masyarakat
yang berjudul:
"DINAMIKA PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP DINEGARA BERKEMBANG"


Dimana Saya Akan Menjelaskan 
Pengertian Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan luar sekolah merupakan bentuk dari perkembangan peyelenggaraan pendidikan secara luas, bahwa pendidikan tidak hanya kegiatan yang terorganisir disekolah tetapi juga pendidikan diluar, karena pada hakikatnya pendidikan yang sebenaranya kehidupan dan sekolah hanya bagian kecil yang dibatasi oleh jenjang umur dan disiplin. Konsep pendidikan luar sekolah muncul atas dasar hasil observasi dan pengalaman langsung dan tidak langsung yang dibentuk, sahingga hasilnya dapat menunjukkan persamaan dan perbedaan dari pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. Perbedaan antara keduanya terdapat pada pengertian, sistem, prinsip-prinsip dan paradigma yang dimiliki keduanya. Pendidikan Luar Sekolah Pendidikan Sekolah Mempunyai derajat keketatan dan keseragaman yang lebih rendah. Memiliki tinggat keketatan dan keseragaman yang lebih dibanding pendidikan luar sekolah. Memiliki bentuk bentuk dan isi proram yang berbeda satu sama lain sehingga memiliki banyak ragam. Pada umumnya memiliki bentuk dan isi program yang seragam untuk setiap satuan, jenis dan jenjang pendidikan. Tujuan program pendidikan luar sekolah tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Tujuan programnya seragam untuk setiap satuan jenjang pendidikan.
Peserta didik tidak memliki persyaratan ketat. Memiliki kualifikasi khusus untuk menerima peserta didik yang baru (input). Tanggung jawab pengelolaan dan pembiayaan dipegang oleh pihak yang berbeda-beda. Pada umumnya, tanggung jawab pengelolaan dan pembiayaan terdapat pada pemerintah Sulit untuk mengidentifikasi dan menganalisis komponen-komponennya. Dapat diidentifikasi dan di analisis dengan mudah.


Kedudukan PLS dalam Sistem Pendidikan Nasional.
Maksud dari pendidikan sebagai pranata adalah pendidikan merupakan wahana atau mekanisme yang mempunyai struktur kelembagaan, peraturan tugas dan tata kerja. Meskipun tidak memiliki pranata yang seketat pendidikan formal, pendidikan nonformal tetap memiliki tata kerja, mekanisme maupun peraturan yang bersifat lebih fleksibel dan disesuaikan dengan keadaan. Pendidikan luar sekolah sebagai kegiatan yang menyangkut hasil dan proses dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan nonformal sangat peduli dengan perubahan masyarakat secara mikro atau pembangunan lokal (local development) pada komunitas yang berdampak langsung pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Pendidikan sebagai unsur sentral pembangunan yang mempunyai fungsi sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran politik dan kesadaran sosial, meningkatkan jumlah pekerja terampil dan meningkatkan sumber daya manusia yang terlatih.
Dalam sistem pendidikan nasional terdiri dari 2 subsistem yaitu subsistem pendidikan sekolah dan subsistem pendidikan luar sekolah. Yang pertama program-programnya bersifat formal, dilaksanakan mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Sedangkan yang kedua mencakup program pendidikan nonformal dan informal, dilaksanakan dalam keluarga dan pengalaman sehari-hari melalui kelompok-kelompok belajar, kursus, kelompok belajar TPA dan satuan pendidikan lainnya.Sedangkan cakupan pendidikan luar sekolah sebenarnya sangat luas tapi dapat kita rangskum pada beberapa poin berikut:
1.Pendidikan kecakapan hidup; sosial, pribadi, akademis maupun vokasional yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran dan juga meningkatkan kuaitas hidup.
2.Pendidikan anak usia dini; memberikan stimulus sehingga anak dapat terbantu dalam pertumbuhn dan perkembangan jasmani dan rohani serta memiliki kesiapan untuk pendidikan lebih lanjut. Diantara aspek yang menjadi sasarannya adalah pengembangan moral dan nilai-nilai agama, pengembangan fisik, pengembangan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi, pengembangan kemampuan kognitif, pengembangan kemampuan sosial emosional serta pengembangan kemampuan seni.
3.Pendidikan kepemudaan; guna mempersiapkan kader pemimpin bangsa melalui kegiatan 
Dimana Saya Akan Menjelaskan
4.Pendidikan pemerdayaan perempuan; untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan yang tentunya berpengaruh pada pendidikan anak-anaknya.
5.Pendidikan keaksaraan; sasarannya adalah masyarakat buta huruf, tidak tamat SD dan berekonomi lemah, yang bertujuan untuk meningkakan pengetahuan dan keterampilan mesyarakat miskin dalam bidang pencaharian.
6.Pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja; tujuannya untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan fungsional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
7.Pendidikan kesetaraan; ditujukan bagi peserta didik yang kurang beruntung, tidak pernah sekolah ataupun putus sekolah.

Dinamika Itu Bagaimana :
Kata Dinamika secara umum sering diartikan sebagai sesuatu yang tidak tetap atau tidak mengacu pada satu prinsip (Perubahan), dimana dinamika merupakan konsep yang berkesinambungan atau berjalan. Perlu kita ketahui bahwa perubahan merujuk pada "proses" yang spesifik yang mana perubahan itu merupakan hal yang rumit (tidak mempunyai konsep yang tetap).Secara umum dinamika dapat didefenisikan dalam berbagai hal misalnya, dinamika ekonomi, dinamika keluarga dan dinamika pendidikan, maka dari itu dinamika merupakan sesuatu yang mempunyai kekuatan  selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok yang bersangkutan dapat berubah.
Pengertian Dinamika Pendidikan"Dinamika Pendidikan" dimana pendidikan merupakan suatu konsep ketidak tetapan dari ketidaktahuan menjadi tahu. Pada hakekatnya Dinamika Pendidikan diartikan sebagai suatu proses yang berjalan yang secara kontinu dimana dalam menghadapi era yang begitu cepatnya perkembangan yang sudah tentu akan membawa perubahan, namun disisi lain dinamika pendidikan juga sering merujuk pada ketidakmampuan seseorang dalam menerima pengaruh erah globalisasi ini. 



Baiklah disini saya akan menjelaska bagaimana dinamika pendidikan seumur hidup di negara berkembang nah disini saya mengambil tiga negara yaitu :
Indonesia
Vietnam
Taiwan
baiklah saya akan jelaskan satu-persatu:

INDONESIA





Pendidikan seumur hidup adalah sebuah konsep pendidikan yang menerangkan tentang keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam proses pembinaan kepribadian yang berlangsung secara kontinyu dalam keseluruhan hidup manusia. Proses pembinaan kepribadian memerlukan rentang waktu yang relatif panjang, bahkan berlangsung seumur hidup.Pendidikan seumur hidup, yang disebut dengan Life Long Education adalah pendidikan yang menekankan bahwa proses pendidikan berlangsung terus menerus sejak seseorang dilahirkan hingga meningeal Pendidikan seumur hidup adalah sebuah konsep pendidikan yang menerangkan tentang keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam proses pembinaan kepribadian yang berlangsung secara kontinyu dalam keseluruhan hidup manusia. Proses pembinaan kepribadian memerlukan rentang waktu yang relatif panjang, bahkan berlangsung seumur hidup.Pendidikan seumur hidup, yang disebut dengan Life Long Education adalah pendidikan yang menekankan bahwa proses pendidikan berlangsung terus menerus sejak seseorang dilahirkan hingga meningeal
Pendapat ini menunjukan, pendidikan bukan hanya didapat dari bangku sekolah atau pendidikan formal, namun juga dapat diperoleh dari pendidikan informal dan non formal. Pendidikan berlangsung seumur hidup melalui pengalaman-pengalaman yang dijalani dalam kehidupan manusia. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah sistem konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam keseleuruhan kehidupan manusia. Proses pendidikan seumur hidup berlangsung secara kontinyu dan tidak terbatas oleh waktu, dan tempat sepanjang perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga meninggal dunia baik secara formal maupun non formal. Proses pendidikan seumur hidup tidak hanya dilakukan leh seseorang yang sedang belajar pada pendidikan formal, manun bagi semua lapisan masyarakat.
Konsep pendidikan seumur hidup sebenarnya sudah sejak lama dipikirkan para tokoh pendidikan dan Islam sudah mengenal pendidikan seumur hidup, jauh sebelum orang-orang barat mempopolerkannya Umat Islam juga menekankan pentingnya pendidikan seumur hidup dengan tuntutlah ilmu dari buaian sampai meninggal dunia. 
Ungkapan ini menunjukan bahwa pendidikan berlangsung tanpa batas yaitu mulai sejak lahir sampai manusia mengakhiri hidup. Selain itu Islam juga mengajarkan untuk mempelajari tidak hanya ayat qauliyah saja, tetapi ayat-ayat kauniyah, atau kejadian-kejadian di sekitar manusia. Maka jelaslah sudah bahwa pendidikan seumur hidup itu sangat benar adanya di dalam kehidupan. Lahirnya manusia yang beriman dan berpengetahuan merupakan salah satu langkah pokok yang dapat menumbuhkan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.  Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan membawa misi suci, secara horisontal manusia sebagai khalifah yang bertugas sebagai tauladan bagi sesama dan sebagai menata seluruh kehidupan alam semesta, secara vertikal manusia sebagai hamba yang harus beribadah dan mengabdi kepada Tuhannya
Pendapat di atas menerangkan bahwa Pendidikan sebagai semua pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan (dalam keluarga/sekolah dan atau masyarakat) dan berlangsung sepanjang hidup. Melalui pendidikan ada ranah dalam diri manusia yang akan dikembangkan pada anak didik yaitu ranah afeksi (rasa dan karsa) atau yang lazim disebut perasaan dan kemauan. Ranah kognisi yaitu cipta otak (pikiran) dan ranah psikomotor yaitu keterampilan. Pendidikan yang berlangsung terus menerus keseimbangan hidup antara jasmani dan rohani, kemudian akan melahirkan manusia yang beriman dan berpengetahuan sehingga dapat menjalankan misi penciptaannya sebagai khalifah yang dapat mengelola alam dengan penuh pengabdian kepada penciptanya.
Konsep pendidikan seumur hidup, sebenarnya sudah sejak lama dipikirkan oleh para pakar pendidikan dari zaman kezaman. Apalagi bagi umat islam, jauh sebelum orang-orang barat mengangkatnya, Islam sudah mengenal pendidikan seumur hidup, sebagai mana dinyatakan oleh hadits Nabi SAW yang berbunyi
اطلب العلم من المهد الى اللحد
Artinya: tuntutlah ilmu dari buaian sampai meninggal dunia.
Azas pendidikan seumur hidup itu merumuskan suatu azas bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinue, yang bemula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Proses pendidikan ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara informal, non formal maupun formal baik yang berlansung dalam keluarga, disekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat.
Pendidikan Islam senantiasa bersambung dan tidak terbatas oleh tempat dan waktu, karena hahekat pendidikan merupakan proses tanpa akhir (Life Long Education). Maka pendidikan bersifat dinamis dan progresif mengikuti kebutuhan anak didik. Azas pendidikan seumur hidup itu merumuskan suatu azas bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinyu, yang bemula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Proses pendidikan ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara informal, non formal maupun formal baik yang berlansung dalam keluarga, di sekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat. Bangsa Indonesian telah merumuskan konsep pendidikan seumur hidup baru mulai dimasyarakat melalui kebijakan Negara dalam Tap MPR No.IV/MPR/ 1970 jo. Tap No. IV/ MPR / 1978 Tentang GBHN) yang menetapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional, antara lain :
1. Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh rakyat Indonesia (arah pembangunan jangka panjang )
2. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan didalam keluarga (rumah tangga), sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. (BAB IV GBHN bagian pendidikan ).
Di dalam UU Nomor 20 tahun 2003, penegasan tentang pendidikan seumur hidup, dikemukakan dalam pasal 13 ayat (1) yang berbunyi: "Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya". Jadi dapat pula dikatakan bahwa pendidikan dapat diperoleh dengan (2) jalur, yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan di luar sekolah Ketetapan di atas menunjukkan, bahwa setiap warga Negara berkesempatan seluas-luasnya untuk menjadi peserta didik melalui pendidikan sekolah ataupun luar sekolah. Setiap warga negara diharapkan dapat belajar pada tahap-tahap mana saja dari kehidupanya dalam mengembangkan dirinya sebagai manusia Indonesia Masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat bekerja sama dalam menciptakan situasi yang dapat memotivasi anak untuk terus belajar. Sekolah formal bukan satu-satunya tempat dan waktu utnyuk belajar. Dasar pendidikan seumur hidup adalah adanya keyakinan, bahwa proses pendidikan berlangsung selama manusia hidup, baik dalam maupun diluar sekolah.
Pendidikan sekolah meliputi pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Jenis pendidikan ini mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik profesi, vokasi, keagamaan dan khusus. Sedangkan jalur pendidikan luar sekolah meliputi pendidikan nonformal dan informal. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsi mengembalikan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta mengembangkan sikap kepribadian hidup. Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan ketrampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan peserta didik.

·         Konsep Dasar Pendidikan Seumur Hidup
Dalam pendidikan seumur hidup dikenal ada 4 macam konsep kunci, yaitu:
1.      Konsep pendidikan seumur hidup itu sendiri
            Sebagaimana sebagai suatu konsep, maka pendidikan seumur hidup diartikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman-pengalaman. Hal ini berarti pendidikan akan meliputi seluruh rentangan usia dan usia yang paling tua dan adanya basis institusi yang amat berbeda dengan basis yang mendasarkan persekolahan konsensional.
Intelerasi dasar antara persekolahan dengan belajar, kehidupan, dan pendidikan telah didiskusikan dan terperinci dalam pembicaraan terdahulu.
Sebagaimana Rasalullah saw bersabdah, yang artinya:
اطلب العلم من المهد ال اللحد
“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat”.
2.      Konsep belajar seumur hidup
Belajar seumur hidup adalah respon terhadap keinginan yang didasari untuk belajar dan angan-angan menyediakan kondisi-kondisi yang membantu belajar.Istilah belajar merupakan kegiatan yang dikelola dari proses belajar mengajar yang terus menerus Belajar seumur hidup diartikan bahwa seseorang dapat belajar dan berkewajiban mengajar agar ia dapat ilmu baru dari mengajarkan ilmunya. Ilmu dapat diperoleh dari tidak hanya dari sekolah namun dari orang-orang yang perpengalaman dibidang tertentu.  Sebagaimana Firman Allah dalam, Surah al Alaq 1- 5 yang artinya :
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Diatelah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmu lah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, dan Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.

3.      Konsep pelajar seumur hidup
            Tampak bahwa seluruh orang adalah pelajar seumur hidup dalam pengertian tertentu, gterlepas dari cara-cara persekolahan yang diorganisasikan dalam masyarakat mereka. Istilah pendidikan seumur hidup akan digunakan untuk menyatakan orang-orang yang sadar tentang diri mereka sebagai pelajar seumur hidup, melihat baru sebagai cara yang logis untuk mengatasi problema, dan terdorong tinggi sekali untuk belajar ditingkat seluruh usia dan menerima tantangan dan perubahan seumur hidup sebagai pemberi kesempatan untuk belajar baru. Intelerasi pendidikan seumur hidup dapat dilihat kaitannya pada penyediaan system
pendidikan formal (berdasarkan tujuan pendidikan seumur hidup) yang bertujuan membantu perkembangan orang-orang (pelajar seumur hidup), secara sadar dan sistematik merespon unruk beradaptasi dengan lingkungan mereka seumur hidup (proses belajar seumur hidup).
Belajar seumur hidup diartikan bahwa orang- orang yang sadar tentang dirinya sebagai pelajar seumur hidup, melihat belajar sebagai cara yang logis untuk mengatasi problema. Pelajar seumur hidup diartikan bahwa saat tiap nafas yang ia tarik dan hembuskan padanya ada kewajiban pada peningkatan cara menghadapi dunia. Hal itu akan diperoleh hanya dengan penambahan ilmu beserta pengalaman kehidupan.

وَفِي الأرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَى بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ فِي الأكُلِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Artinya :
“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebunanggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”.
4.      Kurikulum yang membantu pendidikan seumur hidup
Kurikulum dalam hubungan ini, didesain atas dasar prinsip pendidikan seumur hidup betul-betul telah menghasilkan pelajaran seumur hidup yang secara berurutan melaksanakan belajaran seumur hidup. Cara mengajar seharusnya dilaksanakaan berdasarkan prinsip pendidikan seumur hidup. Pendidikan seumur hidup adalah filsafat atau ide, pelajar seumur hidup dan belajar seumur hidup adalah hasil yang diharapkan, dan kurikulum yang membantu belajar seumur hidup adalah cara praktis yang harus dilalui untuk mencapai tujuan.
Kurikulum yang demikian, merupakan kurikulum praktis untuk menyampaikan tujuan pendidikan dan megimplementasikan prinsip-prinsip pendidikan seumur hidup.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Arrahmanayat : 1-4:
الرَّحْمَنُ  (1) عَلَّمَ الْقُرْآنَ (2) خَلَقَ الْإِنْسَانَ (3) عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (4)      
 Artinya :“(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al Qur'an, Dia menciptakan manusia,danMengajarnya pandai berbicara”.
Konsep pendidikan seumur hidup merubah pandangan terhadap pola pendidikan secara fundamental. Pendidikan tidak lagi berarti schooling melainkan jauh lebih luas, variatif dan lebih mendalam.
Pendidikan tidak berhenti dengan berakhirnya masa pendidikan formal di sekolah, melainkan merupakan proses yang bersifat “on-going, self-creating, continous and discontinous  until death”. Pandangan terhadap Pendidikan seperti itu menjadi landasan yang kuat bagi konsepsi kita tentang pendidikan sosial.


VIETNAM





Pendidikan di Vietnam pada dasarnya sudah terjadi sebelum negara tersebut merdeka, yaitu pada saat penjajahan Perancis namun sangat terbatas hanya untuk golongan elit sebagaimana di negara jajahan lainnya, akibatnya angka buta huruf mencapai 90%. Setelah dibentuk wilayah administrasi di hanoi tahun 1945, program pemberantasan buta huruf dilakukan sampai tahun 1950, dan hasilnya 90% sudah melek huruf. Setelah negara merdeka pada tahun 1975 program tersebut dilanjutkan, tiga tahun kemudian dinyatakan tuntas. Seiring dengan perkembangan yang ada, para pemimpim merasa perlu untuk melakukan reformasi pendidikan ekonomi, khususnya terkait dengan pendidikan dan dunia kerja, maka lahirlah sistem pendidikan dan ' pelatihan, yang meliputi: pendidikan pra sekolah, pendidikan dasar (9 tahun), pendidikan kejuruan, dan pendidikan tinggi. Disamping itu juga duselenggarakan pendidikan suplemen. Program ini diperuntukkan bagi orang dewasa.
Belajar sepanjang hayat saat ini di Vietnam memiliki sistem pendidikan komplementer yang diselenggarakan sejalan dengan sistem pendidikan formal dengan tujuan memberikan keterampilan kejuruan bagi orang dewasa. Sementara itu pendidikan dasar diperuntukkan bagi anggota masyarakat selepas pendidikan keaksaraan. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, kurikulum dan bahan ajar disusun secara nasional, dimana materi diseseuaikan dengan lingkungan masyarakat. Sebagai contoh, untuk masyarakat pedesaan maka materi dikaitkan dengan pertanian. Ada kritik yang dilontarkan terhadap kegiatan pendidikan tersebut, yaitu: kurang memberikan materi sains dan teknologi, tidak menjangkau lapisan yang kurang beruntung, metode pembelajaran kurang sesuai dengan kondisi peserta didik, kurang dana dan guru. Belajar sepanjang hayat di Vietnam untuk masa depan akan semakin berkembang. Hal ini ditandai oleh semakin meningkatnya upaya pemerintah dalam meningkatkan pendidikan tersebut. Sebagai contoh, pemerintah sudah melibatkan NGO (Non Goverment Organitation) untuk melakukan perbaikan pembelajaran, pengembangan kurikulum yang dapat mencakup semua kelompok masyarakat, pendirian universitas terbuka. Di samping itu, pengaruh ajaran Konfusius juga memiliki pengaruh sebagaimana yang terjadi di Taiwan. Gambaran dan kondisi pendidikan sepanjang hayat tersebut, dapat diperoleh beberapa pelajaran. Pertama, pendidikan sangat erat kaitannya dengan kondisi sosial ekonomi. Di Taiwan, kebutuhan pendidikan lebih banyak pada pengembangan kemampuan profesional untuk memasuki era pasa industri, pendidikan lansia bagi pengembangan diri, sementara di Vietnam kebutuhan pendidikan adalah untuk pengembangan keteram-pilan teknologi kejuruan bagi pekerja muda, dan para kaum profesional untuk pengembangan ekonomi. Kedua, faktor nilai budaya yang menunjukkan kedua negara memiliki nilai kesamaan nilai budaya, yaitu Konfusionisme yang sangat menjunjung tinggi belajar sepanjang hayat.



TAIWAN 






Belajar sepanjang hayat di Taiwan tidak terlepas atau sangat dipengaruhi oleh ajaran Sun Yat Sen, seorang tokoh pergerakan nasional. Ajaran Sun Yat Sen tersebut dikembangkan atas dasar doktrin politik dan ajaran Confisius. Ada 3 prinsip utama ajaran tentang manusia yaitu: Hukum (nasionalisme), Kekuasaan (Demokrasi), dan mata pencaharian (sosialisme) Belajar sepanjang hayat dimasa lalu sekitar tahun 1953 menggunakan doktrin tentang pendidikan yang dipublikasikan dengan judul: Suplementary Statement on Education and Recreation, and the Principle of Livelihood. Doktrin ini telah menjadi filosofi dan kebijakan pendidikan di Taiwan. Menurut doktrin ini rakyat Taiwan hams memiliki loyalitas, kealiman, keadilan, kebijaksanaan, dan mementingkan untuk menjadi rakyat Taiwan dari pada menjadi diri sendiri. Sebagai tindak lanjut dari kebijakan yang ada, kementrian pendidikan yang diberi wewenang untuk itu mengembangkan program pendidikan dasar, lanjutan, menengah, dan tinggi pada program pendidikan kesehatan, teknik kejuruan, pendidikan sosial, dan penerangan umum. Pendidikan sepanjang hayat ada dalam pendidikan teknik kejuruan dan pendidikan sosial.

Semaentara itu, program pendidikan dimaksudkan untuk meningkatkan pendidikan dan kehidupan sosial budaya masyarakat. Programnya meliputi pendidikan keluarga, bahasa, seni, pendidikan jasmani, pendidikan kejuruan, yang diberikan oleh lembaga pendidikan sekolah dasar dan menegah, pendidikan nonformal dan informal, pusat pendidikan sosial, layanan penyuluhan pertanian dan Iain-lain. Sampai saat ini pendidikan sosial dipandang sebagai sarana yang sesuai untuk pengembangan ekonomi, dan menjadi bagian integral dari proses rekonstruksi dan pengembangan sosial serta pelestarian budaya. Belajar sepanjang hayat masa depan di Taiwan memandang meskipun kehidupan sosial politik, tiga prinsip pendidikan yang dikemukakan Sun Yat Sen, masih tetap bertahan dan mempengaruhi praktek pendidikan sepanjang hayat. Sebagai contoh, peserta didik merasa menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk kesempatan pendidikan bagi semua anggota masyarakat. Disamping itu program yang dilaksanakan harus berimbang tidak hanya pada bidang kejuruan saja, tetapi juga pada pengembangan pribadi dan sosial harus dikembangkan pada program Ajaran lain yang berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan sepanjang hayat adalah ajaran Konfusius. Menurut ajaran ini penghargaan terhadap orang dewasa terletak pada aktivitas pengembangan diri dan kebijakan moral. Hal inilah yang mendorong orang dewasa untuk belajar sepanjang hidupnya.  Aspek lain yang mempengaruhi perkembangan pendidikan sepanjang hayat adalah jumlah pendududuk lansia yang semakin meningkat (7-8%) dari jumlah populasi. Di satu sisi hal ini menjadi sumber daya pendidikan, dan di sisi lain menjadi tanggung jawab -pendididkan. Kelo  mpok ini memerlukan layanan pendidikan untuk pengembangan diri dan sosial.
Menurut Chunn Lee dalam Michael J. Hatton (1997) perkembangan belajar sepanjang hayat di Taiwan bergantung pada beberapa elemen pokok, yaitu : analisa kebutuhan individu dan masyarakat, klarifikasi peran dan hubungan antar lembaga pendidikan, identifikasi stakeholder dan perannya, pengembangan kerjasama diantara stakeholder, penyediaan informasi dan institusionalisme visi belajar sepanjang hayat. Sayangnya menurut Chunn Lee, pada saat ini belum ada penanganan secara integratif terhadap kegiatan belajar sepanjang hayat. Sekarang yang ada adalah Bidang Pendidikan Sosial yang bertanggung jawab terhadap pendidikan orang dewasa, dan secara keseluruhan program pendidikan tersebut diatur oleh berbagai divisi pada kementerian pendidikan nasional. Suplemen Pendidikan adalah istilah yang dipakai untuk pendidikan orang dewasa yang diselenggarakan di pendidikan formal SD sampai SLA. Pada tahun 1995 jumlah siswanya ada 27 334, yang tersebar dalam programpendidikan umum dan vokasional. Disamping itu, pendidikan sosial juga memberikan pendidikan seni dan budaya serta organisasi. Disamping program tersebut, juga diselenggarakan pendidikan terbuka yang ditangani oleh universitas dan college. Kedua lembaga ini telah meluluskan mahasiswa 140.000 dan 200.000. Sejalan dengan keberhasilan itu, pemerintah Taiwan masih belum mampu memberikan layanan belajar sepanjang hayat secara merata. Bila dibandingkan'dengan siswa sekolah formal, peserta belajar sepanjang hayat masih sangat terbatas, yaitu hanya 6%, dibandingkan dengan 94%. Partisipasi sektor swasta dan pendidikan tinggi juga masih sangat terbatas. Namun upaya terus dilakukan. Dikembangkan juga berbagai inovasi seperti pengembangan program dan sistem metode pembelajaran.

            Baiklah teman-teman saya hanya bisa dapat menjelasksn ini saja jika ada kesalahan dalam pengetikkan atau huruf yang kurang saya meminta maaf sekiranya materi ini dapat menambah pengetahuan kita semua Akhirkata saya ucapkan trimakasih...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar