Hai temen-temen perkenalkan nama saya melyana margaretha br
manik saya merupakan mahasiswa Universitas Negeri Medan jurusan penmas
(pendidikan masyarakat) stambuk 2019 saya disini ingin berbagi salah satu
materi tentang pendidikan masyarakat masyarakat
yang
berjudul:
"DINAMIKA PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP DINEGARA
BERKEMBANG"
Dimana
Saya Akan Menjelaskan
Pengertian Pendidikan
Luar Sekolah
Pendidikan luar sekolah merupakan bentuk dari perkembangan peyelenggaraan pendidikan secara luas, bahwa pendidikan tidak hanya kegiatan yang terorganisir disekolah tetapi juga pendidikan diluar, karena pada hakikatnya pendidikan yang sebenaranya kehidupan dan sekolah hanya bagian kecil yang dibatasi oleh jenjang umur dan disiplin. Konsep pendidikan luar sekolah muncul atas dasar hasil observasi dan pengalaman langsung dan tidak langsung yang dibentuk, sahingga hasilnya dapat menunjukkan persamaan dan perbedaan dari pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. Perbedaan antara keduanya terdapat pada pengertian, sistem, prinsip-prinsip dan paradigma yang dimiliki keduanya. Pendidikan Luar Sekolah Pendidikan Sekolah Mempunyai derajat keketatan dan keseragaman yang lebih rendah. Memiliki tinggat keketatan dan keseragaman yang lebih dibanding pendidikan luar sekolah. Memiliki bentuk bentuk dan isi proram yang berbeda satu sama lain sehingga memiliki banyak ragam. Pada umumnya memiliki bentuk dan isi program yang seragam untuk setiap satuan, jenis dan jenjang pendidikan. Tujuan program pendidikan luar sekolah tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Tujuan programnya seragam untuk setiap satuan jenjang pendidikan.
Peserta didik tidak memliki persyaratan ketat. Memiliki kualifikasi khusus untuk menerima peserta didik yang baru (input). Tanggung jawab pengelolaan dan pembiayaan dipegang oleh pihak yang berbeda-beda. Pada umumnya, tanggung jawab pengelolaan dan pembiayaan terdapat pada pemerintah Sulit untuk mengidentifikasi dan menganalisis komponen-komponennya. Dapat diidentifikasi dan di analisis dengan mudah.
Peserta didik tidak memliki persyaratan ketat. Memiliki kualifikasi khusus untuk menerima peserta didik yang baru (input). Tanggung jawab pengelolaan dan pembiayaan dipegang oleh pihak yang berbeda-beda. Pada umumnya, tanggung jawab pengelolaan dan pembiayaan terdapat pada pemerintah Sulit untuk mengidentifikasi dan menganalisis komponen-komponennya. Dapat diidentifikasi dan di analisis dengan mudah.
Kedudukan PLS dalam Sistem
Pendidikan Nasional.
Maksud dari pendidikan
sebagai pranata adalah pendidikan merupakan wahana atau mekanisme yang
mempunyai struktur kelembagaan, peraturan tugas dan tata kerja. Meskipun tidak
memiliki pranata yang seketat pendidikan formal, pendidikan nonformal tetap
memiliki tata kerja, mekanisme maupun peraturan yang bersifat lebih fleksibel
dan disesuaikan dengan keadaan. Pendidikan luar sekolah sebagai kegiatan yang
menyangkut hasil dan proses dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan nonformal
sangat peduli dengan perubahan masyarakat secara mikro atau pembangunan lokal
(local development) pada komunitas yang berdampak langsung pada pengembangan
sumber daya manusia melalui pendidikan. Pendidikan sebagai unsur sentral
pembangunan yang mempunyai fungsi sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran
politik dan kesadaran sosial, meningkatkan jumlah pekerja terampil dan
meningkatkan sumber daya manusia yang terlatih.
Dalam sistem pendidikan
nasional terdiri dari 2 subsistem yaitu subsistem pendidikan sekolah dan
subsistem pendidikan luar sekolah. Yang pertama program-programnya bersifat
formal, dilaksanakan mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Sedangkan yang
kedua mencakup program pendidikan nonformal dan informal, dilaksanakan dalam
keluarga dan pengalaman sehari-hari melalui kelompok-kelompok belajar, kursus,
kelompok belajar TPA dan satuan pendidikan lainnya.Sedangkan cakupan pendidikan
luar sekolah sebenarnya sangat luas tapi dapat kita rangskum pada beberapa poin
berikut:
1.Pendidikan kecakapan
hidup; sosial, pribadi, akademis maupun vokasional yang bertujuan untuk
mengurangi kemiskinan dan pengangguran dan juga meningkatkan kuaitas hidup.
2.Pendidikan anak usia dini;
memberikan stimulus sehingga anak dapat terbantu dalam pertumbuhn dan
perkembangan jasmani dan rohani serta memiliki kesiapan untuk pendidikan lebih
lanjut. Diantara aspek yang menjadi sasarannya adalah pengembangan moral dan
nilai-nilai agama, pengembangan fisik, pengembangan kemampuan berbahasa dan
berkomunikasi, pengembangan kemampuan kognitif, pengembangan kemampuan sosial
emosional serta pengembangan kemampuan seni.
3.Pendidikan kepemudaan; guna mempersiapkan kader pemimpin bangsa
melalui kegiatan
Dimana Saya Akan Menjelaskan
4.Pendidikan pemerdayaan
perempuan; untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan yang tentunya
berpengaruh pada pendidikan anak-anaknya.
5.Pendidikan keaksaraan;
sasarannya adalah masyarakat buta huruf, tidak tamat SD dan berekonomi lemah,
yang bertujuan untuk meningkakan pengetahuan dan keterampilan mesyarakat miskin
dalam bidang pencaharian.
6.Pendidikan keterampilan
dan pelatihan kerja; tujuannya untuk meningkatkan kemampuan peserta didik
dengan penekanan pada penguasaan keterampilan fungsional yang sesuai dengan
kebutuhan dunia kerja.
7.Pendidikan kesetaraan;
ditujukan bagi peserta didik yang kurang beruntung, tidak pernah sekolah
ataupun putus sekolah.
Dinamika Itu Bagaimana :
Kata Dinamika
secara umum sering diartikan sebagai sesuatu yang tidak tetap atau tidak
mengacu pada satu prinsip (Perubahan), dimana dinamika merupakan konsep yang
berkesinambungan atau berjalan. Perlu kita ketahui bahwa perubahan merujuk pada
"proses" yang spesifik yang mana perubahan itu merupakan hal yang
rumit (tidak mempunyai konsep yang tetap).Secara umum dinamika dapat
didefenisikan dalam berbagai hal misalnya, dinamika ekonomi, dinamika keluarga
dan dinamika pendidikan, maka dari itu dinamika merupakan sesuatu yang
mempunyai kekuatan selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan
diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi
dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara
keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok,
semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam kelompok itu,
oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat
kelompok yang bersangkutan dapat berubah.
Pengertian
Dinamika Pendidikan"Dinamika Pendidikan" dimana pendidikan merupakan
suatu konsep ketidak tetapan dari ketidaktahuan menjadi tahu. Pada hakekatnya
Dinamika Pendidikan diartikan sebagai suatu proses yang berjalan yang secara
kontinu dimana dalam menghadapi era yang begitu cepatnya perkembangan yang
sudah tentu akan membawa perubahan, namun disisi lain dinamika pendidikan juga
sering merujuk pada ketidakmampuan seseorang dalam menerima pengaruh erah
globalisasi ini.
Baiklah disini saya akan menjelaska bagaimana dinamika
pendidikan seumur hidup di negara berkembang nah disini saya mengambil tiga
negara yaitu :
Indonesia
Vietnam
Taiwan
baiklah
saya akan jelaskan satu-persatu:
INDONESIA
Pendidikan seumur hidup adalah
sebuah konsep pendidikan yang menerangkan tentang keseluruhan peristiwa
kegiatan belajar mengajar dalam proses pembinaan kepribadian yang berlangsung
secara kontinyu dalam keseluruhan hidup manusia. Proses pembinaan kepribadian
memerlukan rentang waktu yang relatif panjang, bahkan berlangsung seumur
hidup.Pendidikan seumur hidup, yang disebut dengan Life Long Education adalah
pendidikan yang menekankan bahwa proses pendidikan berlangsung terus menerus
sejak seseorang dilahirkan hingga meningeal Pendidikan seumur hidup adalah
sebuah konsep pendidikan yang menerangkan tentang keseluruhan peristiwa
kegiatan belajar mengajar dalam proses pembinaan kepribadian yang berlangsung
secara kontinyu dalam keseluruhan hidup manusia. Proses pembinaan kepribadian
memerlukan rentang waktu yang relatif panjang, bahkan berlangsung seumur
hidup.Pendidikan seumur hidup, yang disebut dengan Life Long Education adalah
pendidikan yang menekankan bahwa proses pendidikan berlangsung terus menerus
sejak seseorang dilahirkan hingga meningeal
Pendapat ini menunjukan, pendidikan
bukan hanya didapat dari bangku sekolah atau pendidikan formal, namun juga
dapat diperoleh dari pendidikan informal dan non formal. Pendidikan berlangsung
seumur hidup melalui pengalaman-pengalaman yang dijalani dalam kehidupan
manusia. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah sistem konsep pendidikan yang
menerangkan keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam keseleuruhan
kehidupan manusia. Proses pendidikan seumur hidup berlangsung secara kontinyu
dan tidak terbatas oleh waktu, dan tempat sepanjang perjalanan hidup manusia
sejak lahir hingga meninggal dunia baik secara formal maupun non formal. Proses
pendidikan seumur hidup tidak hanya dilakukan leh seseorang yang sedang belajar
pada pendidikan formal, manun bagi semua lapisan masyarakat.
Konsep pendidikan seumur hidup
sebenarnya sudah sejak lama dipikirkan para tokoh pendidikan dan Islam sudah
mengenal pendidikan seumur hidup, jauh sebelum orang-orang barat
mempopolerkannya Umat Islam juga menekankan pentingnya pendidikan seumur hidup
dengan tuntutlah ilmu dari buaian sampai meninggal dunia.
Ungkapan ini menunjukan bahwa
pendidikan berlangsung tanpa batas yaitu mulai sejak lahir sampai manusia
mengakhiri hidup. Selain itu Islam juga mengajarkan untuk mempelajari tidak
hanya ayat qauliyah saja, tetapi ayat-ayat kauniyah, atau kejadian-kejadian di
sekitar manusia. Maka jelaslah sudah bahwa pendidikan seumur hidup itu sangat
benar adanya di dalam kehidupan. Lahirnya manusia yang beriman dan
berpengetahuan merupakan salah satu langkah pokok yang dapat menumbuhkan keseimbangan
dalam kehidupan bermasyarakat. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan
membawa misi suci, secara horisontal manusia sebagai khalifah yang bertugas
sebagai tauladan bagi sesama dan sebagai menata seluruh kehidupan alam semesta,
secara vertikal manusia sebagai hamba yang harus beribadah dan mengabdi kepada
Tuhannya
Pendapat di atas menerangkan bahwa
Pendidikan sebagai semua pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala
lingkungan (dalam keluarga/sekolah dan atau masyarakat) dan berlangsung sepanjang
hidup. Melalui pendidikan ada ranah dalam diri manusia yang akan dikembangkan
pada anak didik yaitu ranah afeksi (rasa dan karsa) atau yang lazim disebut
perasaan dan kemauan. Ranah kognisi yaitu cipta otak (pikiran) dan ranah
psikomotor yaitu keterampilan. Pendidikan yang berlangsung terus menerus
keseimbangan hidup antara jasmani dan rohani, kemudian akan melahirkan manusia
yang beriman dan berpengetahuan sehingga dapat menjalankan misi penciptaannya
sebagai khalifah yang dapat mengelola alam dengan penuh pengabdian kepada
penciptanya.
Konsep pendidikan seumur hidup,
sebenarnya sudah sejak lama dipikirkan oleh para pakar pendidikan dari zaman
kezaman. Apalagi bagi umat islam, jauh sebelum orang-orang barat mengangkatnya,
Islam sudah mengenal pendidikan seumur hidup, sebagai mana dinyatakan oleh
hadits Nabi SAW yang berbunyi
اطلب العلم من المهد الى اللحد
Artinya: tuntutlah ilmu dari buaian
sampai meninggal dunia.
Azas pendidikan seumur hidup itu
merumuskan suatu azas bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinue,
yang bemula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Proses
pendidikan ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara informal, non formal
maupun formal baik yang berlansung dalam keluarga, disekolah, dalam pekerjaan
dan dalam kehidupan masyarakat.
Pendidikan Islam senantiasa
bersambung dan tidak terbatas oleh tempat dan waktu, karena hahekat pendidikan
merupakan proses tanpa akhir (Life Long Education). Maka pendidikan bersifat
dinamis dan progresif mengikuti kebutuhan anak didik. Azas pendidikan seumur
hidup itu merumuskan suatu azas bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses
kontinyu, yang bemula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Proses
pendidikan ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara informal, non formal maupun
formal baik yang berlansung dalam keluarga, di sekolah, dalam pekerjaan dan
dalam kehidupan masyarakat. Bangsa Indonesian telah merumuskan konsep
pendidikan seumur hidup baru mulai dimasyarakat melalui kebijakan Negara dalam
Tap MPR No.IV/MPR/ 1970 jo. Tap No. IV/ MPR / 1978 Tentang GBHN) yang
menetapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional, antara lain :
1. Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka
pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh rakyat
Indonesia (arah pembangunan jangka panjang )
2. Pendidikan berlangsung seumur
hidup dan dilaksanakan didalam keluarga (rumah tangga), sekolah dan masyarakat.
Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat
dan pemerintah. (BAB IV GBHN bagian pendidikan ).
Di dalam UU Nomor 20 tahun 2003,
penegasan tentang pendidikan seumur hidup, dikemukakan dalam pasal 13 ayat (1)
yang berbunyi: "Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non
formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya". Jadi
dapat pula dikatakan bahwa pendidikan dapat diperoleh dengan (2) jalur, yaitu
jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan di luar sekolah Ketetapan di atas
menunjukkan, bahwa setiap warga Negara berkesempatan seluas-luasnya untuk
menjadi peserta didik melalui pendidikan sekolah ataupun luar sekolah. Setiap
warga negara diharapkan dapat belajar pada tahap-tahap mana saja dari
kehidupanya dalam mengembangkan dirinya sebagai manusia Indonesia Masyarakat
dan pemerintah diharapkan dapat bekerja sama dalam menciptakan situasi yang
dapat memotivasi anak untuk terus belajar. Sekolah formal bukan satu-satunya
tempat dan waktu utnyuk belajar. Dasar pendidikan seumur hidup adalah adanya
keyakinan, bahwa proses pendidikan berlangsung selama manusia hidup, baik dalam
maupun diluar sekolah.
Pendidikan sekolah meliputi
pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan
pendidikan tinggi. Jenis pendidikan ini mencakup pendidikan umum, kejuruan,
akademik profesi, vokasi, keagamaan dan khusus. Sedangkan jalur pendidikan luar
sekolah meliputi pendidikan nonformal dan informal. Pendidikan nonformal
diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang
berfungsi sebagai pengganti, penambah, atau pelengkap pendidikan formal dalam
rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsi
mengembalikan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan
pengetahuan dan keterampilan fungsional serta mengembangkan sikap kepribadian
hidup. Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan
anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan,
pendidikan keaksaraan, pendidikan ketrampilan dan pelatihan kerja, pendidikan
kesetaraan serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan peserta
didik.
· Konsep
Dasar Pendidikan Seumur Hidup
Dalam pendidikan seumur hidup
dikenal ada 4 macam konsep kunci, yaitu:
1. Konsep pendidikan seumur hidup itu
sendiri
Sebagaimana
sebagai suatu konsep, maka pendidikan seumur hidup diartikan sebagai tujuan
atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman-pengalaman.
Hal ini berarti pendidikan akan meliputi seluruh rentangan usia dan usia yang
paling tua dan adanya basis institusi yang amat berbeda dengan basis yang
mendasarkan persekolahan konsensional.
Intelerasi dasar antara persekolahan dengan belajar, kehidupan,
dan pendidikan telah didiskusikan dan terperinci dalam pembicaraan terdahulu.
Sebagaimana Rasalullah saw bersabdah, yang artinya:
اطلب العلم من المهد ال اللحد
“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat”.
2. Konsep belajar seumur hidup
Belajar seumur hidup adalah respon
terhadap keinginan yang didasari untuk belajar dan angan-angan menyediakan
kondisi-kondisi yang membantu belajar.Istilah belajar merupakan kegiatan yang
dikelola dari proses belajar mengajar yang terus menerus Belajar seumur hidup
diartikan bahwa seseorang dapat belajar dan berkewajiban mengajar agar ia dapat
ilmu baru dari mengajarkan ilmunya. Ilmu dapat diperoleh dari tidak hanya dari
sekolah namun dari orang-orang yang perpengalaman dibidang tertentu. Sebagaimana
Firman Allah dalam, Surah al Alaq 1- 5 yang artinya :
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
Diatelah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmu lah yang
Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, dan Dia mengajar
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.
3. Konsep pelajar seumur hidup
Tampak
bahwa seluruh orang adalah pelajar seumur hidup dalam pengertian tertentu,
gterlepas dari cara-cara persekolahan yang diorganisasikan dalam masyarakat
mereka. Istilah pendidikan seumur hidup akan digunakan untuk menyatakan
orang-orang yang sadar tentang diri mereka sebagai pelajar seumur hidup,
melihat baru sebagai cara yang logis untuk mengatasi problema, dan terdorong
tinggi sekali untuk belajar ditingkat seluruh usia dan menerima tantangan dan
perubahan seumur hidup sebagai pemberi kesempatan untuk belajar baru.
Intelerasi pendidikan seumur hidup dapat dilihat kaitannya pada penyediaan
system
pendidikan formal (berdasarkan
tujuan pendidikan seumur hidup) yang bertujuan membantu perkembangan
orang-orang (pelajar seumur hidup), secara sadar dan sistematik merespon unruk
beradaptasi dengan lingkungan mereka seumur hidup (proses belajar seumur hidup).
Belajar seumur hidup diartikan bahwa orang- orang yang
sadar tentang dirinya sebagai pelajar seumur hidup, melihat belajar sebagai
cara yang logis untuk mengatasi problema. Pelajar seumur hidup diartikan bahwa
saat tiap nafas yang ia tarik dan hembuskan padanya ada kewajiban pada
peningkatan cara menghadapi dunia. Hal itu akan diperoleh hanya dengan
penambahan ilmu beserta pengalaman kehidupan.
وَفِي الأرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ
أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَى بِمَاءٍ
وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ فِي الأكُلِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ
لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Artinya :
“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan,
dan kebun-kebunanggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang
tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian
tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada
yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang
berpikir”.
4. Kurikulum yang membantu pendidikan
seumur hidup
Kurikulum dalam hubungan ini,
didesain atas dasar prinsip pendidikan seumur hidup betul-betul telah
menghasilkan pelajaran seumur hidup yang secara berurutan melaksanakan
belajaran seumur hidup. Cara mengajar seharusnya dilaksanakaan berdasarkan
prinsip pendidikan seumur hidup. Pendidikan seumur hidup adalah filsafat atau
ide, pelajar seumur hidup dan belajar seumur hidup adalah hasil yang
diharapkan, dan kurikulum yang membantu belajar seumur hidup adalah cara
praktis yang harus dilalui untuk mencapai tujuan.
Kurikulum yang demikian, merupakan
kurikulum praktis untuk menyampaikan tujuan pendidikan dan megimplementasikan
prinsip-prinsip pendidikan seumur hidup.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Arrahmanayat : 1-4:
الرَّحْمَنُ (1) عَلَّمَ الْقُرْآنَ (2) خَلَقَ
الْإِنْسَانَ (3) عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (4)
Artinya :“(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah
mengajarkan Al Qur'an, Dia menciptakan manusia,danMengajarnya pandai berbicara”.
Konsep pendidikan seumur hidup merubah pandangan terhadap
pola pendidikan secara fundamental. Pendidikan tidak lagi berarti schooling
melainkan jauh lebih luas, variatif dan lebih mendalam.
Pendidikan tidak berhenti dengan berakhirnya masa
pendidikan formal di sekolah, melainkan merupakan proses yang bersifat
“on-going, self-creating, continous and discontinous until death”.
Pandangan terhadap Pendidikan seperti itu menjadi landasan yang kuat bagi
konsepsi kita tentang pendidikan sosial.
VIETNAM
Pendidikan di Vietnam pada dasarnya
sudah terjadi sebelum negara tersebut merdeka, yaitu pada saat penjajahan
Perancis namun sangat terbatas hanya untuk golongan elit sebagaimana di negara
jajahan lainnya, akibatnya angka buta huruf mencapai 90%. Setelah dibentuk
wilayah administrasi di hanoi tahun 1945, program pemberantasan buta huruf
dilakukan sampai tahun 1950, dan hasilnya 90% sudah melek huruf. Setelah negara
merdeka pada tahun 1975 program tersebut dilanjutkan, tiga tahun kemudian
dinyatakan tuntas. Seiring dengan perkembangan yang ada, para pemimpim merasa
perlu untuk melakukan reformasi pendidikan ekonomi, khususnya terkait dengan
pendidikan dan dunia kerja, maka lahirlah sistem pendidikan dan ' pelatihan,
yang meliputi: pendidikan pra sekolah, pendidikan dasar (9 tahun), pendidikan
kejuruan, dan pendidikan tinggi. Disamping itu juga duselenggarakan pendidikan
suplemen. Program ini diperuntukkan bagi orang dewasa.
Belajar sepanjang hayat saat ini di
Vietnam memiliki sistem pendidikan komplementer yang diselenggarakan sejalan
dengan sistem pendidikan formal dengan tujuan memberikan keterampilan kejuruan
bagi orang dewasa. Sementara itu pendidikan dasar diperuntukkan bagi anggota
masyarakat selepas pendidikan keaksaraan. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan
tersebut, kurikulum dan bahan ajar disusun secara nasional, dimana materi
diseseuaikan dengan lingkungan masyarakat. Sebagai contoh, untuk masyarakat
pedesaan maka materi dikaitkan dengan pertanian. Ada kritik yang dilontarkan
terhadap kegiatan pendidikan tersebut, yaitu: kurang memberikan materi sains
dan teknologi, tidak menjangkau lapisan yang kurang beruntung, metode
pembelajaran kurang sesuai dengan kondisi peserta didik, kurang dana dan guru.
Belajar sepanjang hayat di Vietnam untuk masa depan akan semakin berkembang.
Hal ini ditandai oleh semakin meningkatnya upaya pemerintah dalam meningkatkan
pendidikan tersebut. Sebagai contoh, pemerintah sudah melibatkan NGO (Non
Goverment Organitation) untuk melakukan perbaikan pembelajaran, pengembangan
kurikulum yang dapat mencakup semua kelompok masyarakat, pendirian universitas
terbuka. Di samping itu, pengaruh ajaran Konfusius juga memiliki pengaruh
sebagaimana yang terjadi di Taiwan. Gambaran dan kondisi pendidikan sepanjang
hayat tersebut, dapat diperoleh beberapa pelajaran. Pertama, pendidikan sangat
erat kaitannya dengan kondisi sosial ekonomi. Di Taiwan, kebutuhan pendidikan
lebih banyak pada pengembangan kemampuan profesional untuk memasuki era pasa
industri, pendidikan lansia bagi pengembangan diri, sementara di Vietnam kebutuhan
pendidikan adalah untuk pengembangan keteram-pilan teknologi kejuruan bagi
pekerja muda, dan para kaum profesional untuk pengembangan ekonomi. Kedua,
faktor nilai budaya yang menunjukkan kedua negara memiliki nilai kesamaan nilai
budaya, yaitu Konfusionisme yang sangat menjunjung tinggi belajar sepanjang
hayat.
TAIWAN
Belajar sepanjang hayat di Taiwan
tidak terlepas atau sangat dipengaruhi oleh ajaran Sun Yat Sen, seorang tokoh
pergerakan nasional. Ajaran Sun Yat Sen tersebut dikembangkan atas dasar doktrin
politik dan ajaran Confisius. Ada 3 prinsip utama ajaran tentang manusia yaitu:
Hukum (nasionalisme), Kekuasaan (Demokrasi), dan mata pencaharian (sosialisme)
Belajar sepanjang hayat dimasa lalu sekitar tahun 1953 menggunakan doktrin
tentang pendidikan yang dipublikasikan dengan judul: Suplementary Statement on
Education and Recreation, and the Principle of Livelihood. Doktrin ini telah
menjadi filosofi dan kebijakan pendidikan di Taiwan. Menurut doktrin ini rakyat
Taiwan hams memiliki loyalitas, kealiman, keadilan, kebijaksanaan, dan
mementingkan untuk menjadi rakyat Taiwan dari pada menjadi diri sendiri.
Sebagai tindak lanjut dari kebijakan yang ada, kementrian pendidikan yang
diberi wewenang untuk itu mengembangkan program pendidikan dasar, lanjutan,
menengah, dan tinggi pada program pendidikan kesehatan, teknik kejuruan,
pendidikan sosial, dan penerangan umum. Pendidikan sepanjang hayat ada dalam
pendidikan teknik kejuruan dan pendidikan sosial.
Semaentara itu, program pendidikan
dimaksudkan untuk meningkatkan pendidikan dan kehidupan sosial budaya
masyarakat. Programnya meliputi pendidikan keluarga, bahasa, seni, pendidikan
jasmani, pendidikan kejuruan, yang diberikan oleh lembaga pendidikan sekolah
dasar dan menegah, pendidikan nonformal dan informal, pusat pendidikan sosial,
layanan penyuluhan pertanian dan Iain-lain. Sampai saat ini pendidikan sosial
dipandang sebagai sarana yang sesuai untuk pengembangan ekonomi, dan menjadi
bagian integral dari proses rekonstruksi dan pengembangan sosial serta
pelestarian budaya. Belajar sepanjang hayat masa depan di Taiwan memandang
meskipun kehidupan sosial politik, tiga prinsip pendidikan yang dikemukakan Sun
Yat Sen, masih tetap bertahan dan mempengaruhi praktek pendidikan sepanjang
hayat. Sebagai contoh, peserta didik merasa menjadi kewajiban bagi pemerintah
untuk kesempatan pendidikan bagi semua anggota masyarakat. Disamping itu
program yang dilaksanakan harus berimbang tidak hanya pada bidang kejuruan saja,
tetapi juga pada pengembangan pribadi dan sosial harus dikembangkan pada
program Ajaran lain yang berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan sepanjang
hayat adalah ajaran Konfusius. Menurut ajaran ini penghargaan terhadap orang
dewasa terletak pada aktivitas pengembangan diri dan kebijakan moral. Hal
inilah yang mendorong orang dewasa untuk belajar sepanjang hidupnya.
Aspek lain yang mempengaruhi perkembangan pendidikan sepanjang hayat adalah
jumlah pendududuk lansia yang semakin meningkat (7-8%) dari jumlah populasi. Di
satu sisi hal ini menjadi sumber daya pendidikan, dan di sisi lain menjadi
tanggung jawab -pendididkan. Kelo mpok ini memerlukan layanan pendidikan
untuk pengembangan diri dan sosial.
Menurut Chunn Lee dalam Michael J.
Hatton (1997) perkembangan belajar sepanjang hayat di Taiwan bergantung pada
beberapa elemen pokok, yaitu : analisa kebutuhan individu dan masyarakat,
klarifikasi peran dan hubungan antar lembaga pendidikan, identifikasi
stakeholder dan perannya, pengembangan kerjasama diantara stakeholder,
penyediaan informasi dan institusionalisme visi belajar sepanjang hayat.
Sayangnya menurut Chunn Lee, pada saat ini belum ada penanganan secara
integratif terhadap kegiatan belajar sepanjang hayat. Sekarang yang ada adalah
Bidang Pendidikan Sosial yang bertanggung jawab terhadap pendidikan orang
dewasa, dan secara keseluruhan program pendidikan tersebut diatur oleh berbagai
divisi pada kementerian pendidikan nasional. Suplemen Pendidikan adalah istilah
yang dipakai untuk pendidikan orang dewasa yang diselenggarakan di pendidikan
formal SD sampai SLA. Pada tahun 1995 jumlah siswanya ada 27 334, yang tersebar
dalam programpendidikan umum dan vokasional. Disamping itu, pendidikan sosial
juga memberikan pendidikan seni dan budaya serta organisasi. Disamping program
tersebut, juga diselenggarakan pendidikan terbuka yang ditangani oleh
universitas dan college. Kedua lembaga ini telah meluluskan mahasiswa 140.000
dan 200.000. Sejalan dengan keberhasilan itu, pemerintah Taiwan masih belum
mampu memberikan layanan belajar sepanjang hayat secara merata. Bila
dibandingkan'dengan siswa sekolah formal, peserta belajar sepanjang hayat masih
sangat terbatas, yaitu hanya 6%, dibandingkan dengan 94%. Partisipasi sektor
swasta dan pendidikan tinggi juga masih sangat terbatas. Namun upaya terus
dilakukan. Dikembangkan juga berbagai inovasi seperti pengembangan program dan
sistem metode pembelajaran.
Baiklah
teman-teman saya hanya bisa dapat menjelasksn ini saja jika ada kesalahan dalam
pengetikkan atau huruf yang kurang saya meminta maaf sekiranya materi ini dapat
menambah pengetahuan kita semua Akhirkata saya ucapkan trimakasih...


